kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan

Angin berhembus kencang. Bulan tampak bersinar terang ,aku duduk melamun di teras rumah dan aku teringat akan seseorang yang menanti aku di kampung  halaman yang sangat jauh dari tempat ku saat ini.wajahnya secantik bidadari  dan berseri bagaikan sinar bulan.

Mata ini seakan hendak menurunkan hujan . ketika aku ingat akan perkataan nya.

“jaga dirimue baik-baik sayang dan ingat jangan nakal yah? Aku di sini ada setia menunggumu sampai kau kembali”,kata dia sambil berbicara dengan wajah suram .

“iya sayang,love you “,aku menjawab sambil mencium dahinya.

Dan aku pun pergi untuk merantau ditanah orang.aku di tanah orang ,sangat lah susah dan tersiksa.tiap hari bekerja mengangkut barang di pelabuhan .karena perkerjaan itulah yang satu-satunya aku dapatkan saat ini.pulang malam hari dengan membawa rasa pegal.

Dari bulan ke bulan perkerjaan ini aku lakukan sampai suatu ketika ,saat aku berjalan menuju tempat bekerja aku melihat seorang ibu-ibu sedang diancam pencopet.aku segera menolong ,dengan menghajar pencopet itu maklum mantan jawara pesilat desa.akhirnya pencopet itu kabur.

“terima kasih,nak .telah menolong ibu”,kata ibu itu.

“sama-sama,ibu. Kita sebagai manusia  harus saling tolong menolong”,jawabku.

Setelah kejadian itu aku meneruskan perjalanan menuju tempat perkerjaan . di tempat perkerjaan, aku berkerja seperti biasa, ketika aku berkerja aku tak sengaja menjatuhkan kotak barang,kotak barang itu berisi barang berharga.

“hei kenapa jatuh,kamu ini bodoh  yah. Didalamnya itu ada barang berharga, sekarang kamu ganti atau kamu saya pecat”,kata pak kepala bagian pelabuhan Berbicara dengan rasa marah.

“maaf pak ,aku tak sengaja menjatuhkan nya”.

“maaf-maaf, tidak ada kata maaf. Sekarang kamu saya pecat”.

 akhirnya aku pun di pecat dari perkerjaan itu dan aku pun memutuskan untuk pulang kampung  aku segera mengemasi barang-barang dan langsung ke terminal. Di terminal aku tak sengaja bertemu dengan ibu yang aku tolong.

“hei,nak.apa kabar?”

“baik buk’,jawabku sambil murung.

“kok murung”Tanya ibu itu.

“ini buk,saya baru di pecat dari perkerjaan dan saat ini saya  mau pulang kampung  saja,saya sudah tak ada perkerjaan lagi buk”

“oh, kamu mau nggak perkerjaan?”

“mau buk”,jawabku.

“kalau  gitu besok kamu langsung ke kantor ibu di jalan subroto”

“iya buk,terima kasih”jawabku.

“sama-sama nak”.

Setelah itu aku berkerja di di kontor perusahaan ibu selama dua bulan dan aku di beri kesempatan oleh perusahaan untuk kuliah dengan biaya perusahaan. Setelah tamat kuliah aku naik jabatan dari pegawai biasa menjadi kepala bagian dan aku juga dijadikan anak angkat oleh ibu tadi,sungguh beruntungnya aku.memang betul  apa kata pepatah,kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan.tak terasa sudah satu jam aku duduk melamun.akupun masuk dan bersiap-siap untuk pulang kampung.karena aku sudah kangen dengan dia.