Pagi hari yang cerah burung burung berkicau riang, seperti biasa aku berangkat sekolah dgn teman-teman . tak di sangka waktu telah berlalu dengan cepat aku kini sudah menginjak kelas 2 SMA .“hei  adit tak disangka waktu berlalu sangat cepat ,kini kita telah kelas 2 SMA”kata herzi dgn suara yang lantang.  ”iya betul ,”jawab aku. “ waktu di kelas 1 SMA kamu  belum punya pacar ,kalau sudah kelas dua SMA kita itu sudah harus punya pacar  “.” Memang kalau udah kelas 2  harus memiliki pacar yah???.  “yah iyalah,gimana kalau kita taruhan ,siapa yang mendapatkan pacar duluan dia akan menjadi bos dan siapa yang kalah dia harus mematuhi semua perintah yang menang”. “oke “jawab aku dengan sedikit ragu.

Teng… teng… teng……. Tanda masuk sekolah .aku  dan  herzi  pun berbaris untuk mendengarkan pak guru menyebutkan pembagian kelas . aku mendapatkan kelas 2 ipa 4 dan herzi  kelas 2 ipa 1. Setelah itu kami pun menuju kelas masing –masing . di kelas yang baru aku melihat seorang cewek  yang memakai jilbab  yang sangat cantik  bagaikan bidadari. Melihat dia, hatiku dag dig dug bagaikan di pukul oleh petinju.mungkin ini lah pertanda cinta pada pandangan pertama . Waktu demi waktu terus berjalan aku dan cewek yang berjilbab yang bernama sahara itu pun akrab. Perasaan cinta itu terus tubuh di hatiku. Sehingga aku sangat ingin mengungkapkan perasaan itu. Tapi aku tidak berani mengungkapkannya . maka  aku berpesan kepada neto (teman baik sahara) untuk mengatakan bahwa aku cinta kepada sahara. ”to,kamu bisa bantu aku nggak??? Tanya aku. “bisa.emang bantu apa???” .”tolong katakan pada sahara bahwa aku cinta dia”.                  “oke “jawab neto dgn sedikit bingung karena  keliru mendengarkan.karna  neto  keliru mendengar maka neto  menyampaikan kata-kata itu kepada sarah ,yang seharusnya kata-kata itu disampaikan ke sahara.

Di hari lain disaat bel tanda isterahat . sarah menanyakan kepadaku tentang perkataan neto dan aku menjawab bahwa semua  itu salah paham,entah kenapa ia langsung pergi setelah aku menjawab.mungkin hati nya telah disakiti karna ia menganggap kata neto itu benar. Setelah itu aku mengungkapkan perasaan ku pada sahara tapi apa jawaban sahara,Dia menjawab aku menganggap kamu sebagai sahabat tidak lebih dari itu. Jawaban dari sahara itu membuatku sadar bahwa betapa sakitnya SAKIT HATI itu. Karna aku juga telah menyakiti hati sarah. setelah kejadian itu aku tidak mau lagi mencari cinta karna aku troma sakit hati. Walaupun aku harus kalah taruhan dengan herzi.