Pada zaman dahulu,ada seekor naga yang bertapa di kaki gunung.ia ingin membuktikan bahwa dirinya adalah anak seorang raja.suatu hari,disebuah desa mengadakan pesta sedekah bumi.orang-orang yang ingin berpesta itu lalu pergi ke hutan untuk berburu.tidak lama kemudian mereka mendapatkan beberapa hewan yaitu kijang,rusa,kerbau dll.setelah mendapatkan hewan tersebut mereka ingin pulang ke desa,ketika ingin pulang mereka kehujanan dan mencari tempat untuk berteduh,akhirnya mereka menemukan sebuah gua ,lalu masuk kedalamnya. Didalam gua salah satu diantara mereka menancapkan sebuah tombak ke tanah .betapa terkejutnya mereka setelah tiba-tiba keluar semburan darah dari ujung ombak itu dan mendengar suara desisan yang sangat keras,mereka kemudian mengecek kedalam gua,ternyata ada seekor naga yang sangat besar dan panjang yang sedang terkapar dan kritis di dalam gua tersebut. Atas perintah ketua rombongan itu mereka memotong-motong tubuh naga itu,selanjutnya mereka membawa pulang daging naga itu.penduduk desa bersuka cita melihat para pemburuh itu mendapatkan daging yang sangat banyak.ketika mereka sedang menikmati makan itu,ada seorang anak yang berpakaian compang-camping.ia meminta makan dan minum. Ia tampak lemah,akan tetapi tidak diperdulikanya. Anak tersebut lalu menjauhi pesta itu. Ia lalu meminta kepada orang-orang desa yang tidak ikut pesta akan tetapi,mereka bersifat sama .menutup pintu ,membentak,mengusir,si anak itu takputus asa sampai-sampai dia menemukan gubuk seorang nenek yang sangat baik dan ramah.nenek itu meyuruh si anak untuk masuk makan dan minum.anak itu mengucapkan terima kasih kepada nenek itu,sebelum pergi ia berpesan kepada nenek untuk menyiapkan lesung dan contong. Si anak itu datang lagi kedesa itu ,kali ini dia menantang orang-orang yang masih larut dengan pesta tersebut untuk uji kuat. Ia menantang mereka untuk mencabut lidi yang ditancapkan oleh anak itu ke tanah.seseorang langsung mendatangi lidi itu lalu mencabutnya dgn sekuat tenaga ,akan tetapi tidak bisa dicabut lalu teman-teman nya mencoba mencabutnya lagi tetap saja tidak bisa.mereka meyerah dan menyuruh mencabut lidi itu. Si anak dgn mudah mencabutnya . setelah di cabut keluar air di bekas cabutan itu. Akhirnya air tergenang hingga masuk kerumah –rumah warga. Ditengah kebingungan semua orang ,anak itu mendatangi rumah nenek itu kembali. Anak itu berkata”nek naiklah lesung itu”desa ini akan tenggelam akibat orang-orang sombong itu .tuhan akan menghukum orang-orang yang sombong.”akan tetapi kenapa kita naik lesung ini”jawab nenek”.kita akan menjadikan lesung ini sebagai perahu nek”. “nama saya baru kelinting”.sebenarnya saya adalah anak seorang raja ,akan tetapi ayah saya tidak mengakui saya sebagai anaknya karena saya terlahir dalam wujud naga.sebenarnya daging yang mereka makan itu adalah tubuh saya dalam wujud naga. Ketika tubuh saya dicincang tuhan telah menggabulkan permohonan saya ,yaitu menjadi manusia seutuhnya. Desa yang tenggelam itu menjadi sebuah danau,masyarakat menamainya rawa pening . rawa artinya danau .pening artinya airnya tampak bening/jernih.Danau tersebut saat ini terletak di ambarawa,kab semarang,jawa tengah.

selesai

About these ads